Sabtu, 21 Desember 2013

PERTUMBUHAN FISIK

Pertumbuhan fisik adalah suatu proses perubahan fisiologis yang bersifat progresif dan kontinyu dan berlangsung dalam periode tertentu. Perubahan ini bersifat kuantitatif dan berkisar hanya pada aspek-aspek fisik individu. Secara terminologis pertumbuhan fisik atau pertumbuhan dapat bermakna perubahan pada aspek-aspek fisiologis.
Pertumbuhan meliputi perubahan progresif yang bersifat internal eksternal. Perubahan internal meliputi perubahan ukuran a;lat pencernaan makanan, bertambahnya ukuran besar dan berat jantung serta paru-paru, bertambah sempurnanya sistem kelenjar endoktrin/kelaimn, dan berbagai jaringan tubuh. Adapun perubahan eksternal meliputi bertambahnya tinggi badan, bertambahnya lingkar tubuh, perbandingan ukuran panjang dan lebar tubuh, ukuran besarnya organ seks, dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder.

 Pertumbuhan fisik bersifat meningkat, menetap dan kemudian mengalami kemunduran sejalan dengan bertambahnya usia. Ini berarti pertumbuhan fisik ada puncaknya. Sesudah masa tertentu, fisik mulai mengalami kemunduran dan berakhir pada keruntuhan dihari tua, di mana kekuatan dan kesehatannya berkurang, pancaindera menjadi lemah atau lumpuh sama sekali. Berbeda halnya dengan perkembangan aspek mental atau psikis yang relative berkelanjutan, sepanjang individu yang bersangkutan tetap memeliharanya.


Pertumbuhan fisik mempunyai pengaruh terhadap tingkah laku. Pertumbuhan fisik pada gilirannya akan membawa sampai pada suatu kondisi jasmaniah yang siap untuk melaksanakan tugas perkembangan secara lebih memadai yaitu kesiapan individu untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan pada periode berikutnya dan kemudian terjadilah perubahan tingkah laku progresif yang semakin sempurna. Pertumbuhan pada otak yang semakin sempurna menyebabkan susunan syaraf semakin lebih kompleks dn sistem syaraf menjadi lebih sempurna sehingga kemampuan berfikir menjadi lebih tinggi. Menurut Davidoff (1988), munculnya pola perilaku tertentu yang tergantung pada pertumbuhan jasmani dan kesiapan susunan saraf. Proses ini juga sangat tergantung pada gen, karena pada saat terjadinya pembuahan, gen sudah memprogramkan potensi-potensi tertentu untuk perkembangan mahluk tersebut dikemudian hari. Banyak dari potensi-potensi tersebut yang sudah lengkap ketika ia dilahirkan, dan ini dapat terlihat dari perjalanan perkembangan mahluk itu secara perlahan-lahan dikemudian hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar